17 Maret 2009

BODOH, BODOH

Oleh : Qeen Mahdy


Bodoh,

Adalah kamu

daging busuk.

Tergeletak sepi

di perut pantai.

Lalat hijau

tak lagi suka bangkai.


Maret 2009



HIDUP, HIDUP


Manusia,

Rileka hidup tak mempunya

Seperti kecoak dan nasi basi.

Dicipta untuk menyembah

Dibunuh untuk disiksa.


Maret 2009



MESTI SEEKOR NYAMUK


Manusia bengak

Tak mesti seekor nyamuk

Duduk mekur di kotoran kuda

Harap do’a menjadi darah.

Maret 2009


LAPAR, LAPAR


Lapar,

Bukan Tuhan pencipta

Lapar,

Bukan firman berkata

Lapar,

Bukan fatwa berdakwah

Lapar,

Bukan penyair berkarya

Lapar,

Adalah perutku

dalam

sewindu.


Maret 2009



ARWAH

Sebuah jendela

Masih terbuka

Sejak kata mulai dicipta.


Angin menderu

Menggoyangkan daunnya

Wajah Asmira

Masih menggantung di sana.


Maret 2009



DANAU MUSIM HUJAN


Puisi ini untuk Bapakku,

yang sedang mengayuh sepeda

di jalan-jalan berlubang,

sekitar Ciputat-Tangerang.


Sore ini turun hujan

Demikian lebat kata peramal

Induk itik telah menyiapkan pesta

Meninggalkan eraman di dalam sangkar.


Cepat pulang Pak,

Sebelum mas Agung memanggil Tuhan

Danau akan segera menguap

Uang receh tak cukup menyewa kapal.


Maret 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar